News

Warung Mimi Encas di Majalengka Terapkan Konsep Bayar Seikhlasnya

×

Warung Mimi Encas di Majalengka Terapkan Konsep Bayar Seikhlasnya

Sebarkan artikel ini
Warung Mimi Encas di Majalengka Terapkan Konsep Bayar Seikhlasnya

MAJALENGKA, Jabarinfo — Sebuah warung makan dengan konsep berbasis kepedulian sosial hadir di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Warung Mimi Encas menerapkan sistem “Dahar Sawaregna, Bayar Saikhlasna”, yang memungkinkan pengunjung makan sepuasnya dan membayar sesuai kemampuan.

Warung ini berlokasi di Komplek Sawah Lega, Jalan Raya Salagedang KM 11, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka. Dari luar, tempat tersebut tampak seperti rumah makan berkonsep wisata dengan area yang luas dan tertata. Namun, pengunjung tidak akan menemukan daftar harga sebagaimana lazimnya tempat makan.

Pengelola warung, Wawan, mengatakan gagasan pendirian tempat itu bermula dari keinginan keluarga untuk berbagi di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih.

“Masih banyak orang yang kesulitan untuk makan. Dari situ kami ingin membuat tempat yang bisa membantu,” kata Wawan saat ditemui, Sabtu, 18 April 2026.

Menurut dia, konsep sedekah menjadi dasar operasional warung. Pengunjung dipersilakan makan tanpa batas, bahkan tidak diwajibkan membayar apabila tidak memiliki kemampuan.

“Tidak bayar pun tidak apa-apa, karena memang ada yang benar-benar tidak punya,” ujarnya.

Operasional warung ditopang oleh donasi keluarga serta kontribusi sukarela pengunjung melalui kotak pembayaran seikhlasnya. Sebagian dana yang terkumpul digunakan untuk kegiatan sosial, termasuk membantu anak yatim.

Meski tanpa sistem harga tetap, warung ini tetap beroperasi setiap hari dan melayani ratusan pengunjung. Dalam kondisi ramai, jumlah porsi yang disajikan dapat mencapai sekitar 700 per hari.

“Secara hitungan mungkin tidak mudah dijelaskan, tetapi alhamdulillah selalu cukup,” kata Wawan.

Warung Mimi Encas buka setiap hari pukul 07.00 hingga 15.00 WIB atau sampai makanan habis. Selain menyediakan makanan, area warung juga dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan masyarakat, seperti senam, latihan silat, hingga aktivitas anak-anak.

Pengelola menyediakan tambahan makanan bergizi seperti bubur kacang hijau dan telur bagi peserta kegiatan. Anak-anak yang datang juga difasilitasi dengan buku gambar dan pensil.

Di area tersebut, pengunjung juga dapat menikmati suasana taman Saung Panganter Kahayang serta melihat koleksi domba Garut premium milik H. Ateng Sutisna.

Konsep yang diusung Warung Mimih Encas menarik perhatian masyarakat dari berbagai daerah, termasuk Bandung, Indramayu, dan Bekasi. Salah satu pengunjung, Alyani, warga Kecamatan Jatiwangi, mengaku tertarik dengan konsep yang ditawarkan.

“Tempatnya nyaman dan makanannya seperti masakan rumah,” ujarnya.
Warung Mimih Encas mulai beroperasi setelah Lebaran 2026. Kehadirannya menjadi salah satu bentuk inisiatif berbagi di tengah masyarakat.(Kusnadi)